Material longsor timbun pagar sekolah, KBM dialihkan sistem bergiliran. Camat Dongko pastikan siswa tetap masuk dan dapat program revitalisasi Disdik Trenggalek.
TRENGGALEK – Tembok pagar dan Tembok Penahan Tanah (TPT) Sekolah Dasar Negeri 2 Pandean, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, jebol diterjang longsor.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (2/11/2026) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Dongko pada Minggu malam menjadi pemicunya.
Material tanah longsor dalam volume besar menimpa pagar sekolah hingga rusak berat. Longsoran kemudian merambat dan menghantam konstruksi Tembok Penahan Tanah (TPT) di area sekolah.
KBM Dialihkan Sistem Bergiliran
Akibat kejadian tersebut, aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 2 Pandean tidak bisa berjalan normal. Pihak sekolah mengambil langkah darurat dengan mengalihkan dan mengatur jadwal KBM secara bergantian.
Langkah ini dilakukan agar proses pembelajaran siswa tetap berlangsung meski kondisi sekolah terdampak bencana.

Camat Dongko Pastikan Siswa Tetap Masuk
Camat Dongko, Ariyanti Puji Astuti, membenarkan adanya longsor yang menerjang SDN 2 Pandean. Ia memastikan siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran.
“Enggih Mas, anak-anak insya Allah tetap masuk. Setelah konfirmasi ke Dinas Pendidikan, alhamdulillah pas dapat program revitalisasi,” ujar Ariyanti melalui pesan singkat, Senin (2/11/2026).
Ariyanti menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pengecekan awal ke lokasi. Pengecekan dilakukan oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) bersama Kasi Trantib, karena saat kejadian dirinya sedang bertugas di wilayah Siki.
Laporan Kades dan Penanganan Awal
Sementara itu, Kepala Desa Pandean, Sumarni, dalam laporannya tertanggal 2 November 2026 kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek menyebut longsor terjadi murni akibat hujan deras malam sebelumnya.
“Material tanah longsor mengenai pagar sekolah dan merambat ke Tembok Penahan Tanah (TPT),” tulis Sumarni dalam laporan tersebut.
Pihak sekolah sudah berupaya melakukan penanganan awal dengan membersihkan material longsor secara manual. Pembersihan melibatkan guru dan tenaga yang ada di sekolah.
Namun, besarnya volume material dan keterbatasan peralatan membuat pembersihan belum maksimal.
Pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan Komite Sekolah, wali murid, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Dongko serta pemerintah desa untuk mencari solusi sementara.
“Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar diatur secara bergantian dan dialihkan menyesuaikan kondisi di lapangan,” kata Sumarni.
Butuh Alat Berat dan Rehabilitasi
Dalam laporannya, Sumarni memohon bantuan serius dari Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek. Bantuan yang dibutuhkan meliputi dukungan teknis, pengerahan alat berat untuk mengangkut material longsor, hingga rehabilitasi sarana dan prasarana yang rusak.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan agar KBM di SDN 2 Pandean Dongko bisa kembali normal dan aman bagi siswa dan guru.(Sum/Her)







